Klasifikasi Bahasa dan metode penelitiannya

     bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia karena berfungsi sebagai alat komunikasi, identitas budaya, serta saran berfikir. keberagaman bahasa di dunia mendorong para ahli linguistik untuk mengklasifikasikan bahasa-bahasa tersebut kedalam rumpun tertentu (Campbell, 2013). Selain itu, dalam mempelajari bahasa diperlukan metode penelitian yang sistematis, di antaranya metode deskriptif, komparatif, historis, dan kontrastif(Mahsun, 2017).

A. Rumpun-rumpun Bahasa di Dunia

    1. Rumpun Indo-Eropa

        Rumpun ini adalah salah satu rumpun terbesar, meliputi bahaa inggris, jerman prancis, latin, yunani, hingga sanskerta. Campbell (2013) menjelaskan bahwa rumpun Indo-Eropa diteliti menggunakan metode komparatif untuk menemukan kekerabatan antarbahasa.

    2. Rumpun Afro-Asiatik (semit-hamitik)

        menurut greenberg (1963), rumpun afro-asiatik terdiri dari bahasa arab, ibrani, amharik, serta bahasa-bahasa afrika utara.

    3. rumpun Sino-Tibet

        Comrie (1981) menyebutkan bahasa mandarin, tibet, dan burma masuk dalam rumpun ini.

    4. Rumpun Austronesia

        keraf (1991) menegaskan bahwa bahasa indonesia, melayu, jawa, sunda, tagalog, dan ribuan bahasa di pasifik termasuk rumpun austronesia. 

    5. Rumpun Niger-Kongo

        greenberg (1963) mengklasifikasikan bahasa-bahasa seperti swahili, yoruba, dan zulu ke dalam rumpun niger-kongo. 

B. Metode Penelitian Bahasa

    1. Metode Deskriftif 

        menurut sudaryanto (1993), metode ini digunakan untuk menggambarkan fakta kebahasaan sebagaimana adanya tanpa menghubungkannya dengan bahasa lain. misalnya mendeskripsikan sistem vokal bahasa jawa.

    2. Metode Komparatif

        keraf (1991) menjelaskan bahwa metode ini dipakai untuk membandingkan dua bahasa atau lebih guna mengetahui kekerabatan. Contohnya membandingkan bahasa melayu kuno dan bahasa indonesia modern.

    3. Metode Historis

        Campbell (2013) menekankan bahwa metode historis digunakan untuk menelusuri perubahaan bahasa dari waktu ke waktu, misalnya perubahan fonetik dari bahasa latin ke bahasa roman.

    4. Metode Konstrantif

        Tarigan (1988) menjelaskan metode ini membandingkan dua bahasa untuk mencari perbedaan struktural. banyak digunakan dalam pembelajaran bahasa, contohnya membandingkan tata bahasa indonesia dan inggris. 


C. Kesimpulan 

        Klasifikasi bahasa membantu kita memahami hubungan kekerabatan antarbahasa di dunia, misalnya Indo-Eropa, Afro-Asiatik, Sino-Tibet, Austronesia, dan Niger-Kongo, dengan bahasa Indonesia termasuk dalam rumpun Austronesia. Sementara itu, metode penelitian bahasa seperti deskriptif, komparatif, historis, dan kontrastif berperan penting dalam kajian linguistik: deskriptif menggambarkan fakta bahasa, komparatif dan historis menelusuri kekerabatan serta perkembangan bahasa, sedangkan kontrastif menyoroti perbedaan struktural terutama dalam pembelajaran. Dengan memadukan klasifikasi dan metode penelitian, studi kebahasaan menjadi lebih sistematis dan memberikan gambaran utuh tentang keragaman serta perkembangan bahasa manusia.


Referensi :

Campbell, Lyle. (2013). Historical Linguistics: An Introduction. Edinburgh: Edinburgh University Press.

Comrie, Bernard. (1981). The Languages of the Soviet Union. Cambridge: Cambridge University Press.

Greenberg, Joseph H. (1963). The Languages of Africa. Bloomington: Indiana University Press.

Keraf, Gorys. (1991). Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia.

Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya. Depok: Rajawali Pers.

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Tarigan, Henry Guntur. (1988). Pengajaran Analisis Kontrastif Bahasa. Bandung: Angkasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

fungsi menu review pada microsoft word

fungsi menu mailings

Fungsi menu layout dan references