Tarjamah
Definisi tarjamah
Tarjamah pada hakikatnya bukan sekedar aktivitas memindahkan kata kata dari satu bahasa ke bahasa lain, melainkan sebuah proses kompleks yang melibatkan pemahaman makna, nuansa budaya, dan konteks sosial yang melingkkupi teks. kata tarjamah sendiri dalam bahasa arab bermakna "penjelasan" atau " penyingkapan", sementara dalam tradisi bahasa inggris dikenal sebagai translation, yang menurut definisi klasik dari peter newmark dalam bukunya A Textbook of Translation (1988), adalah upaya mentransfer makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran dengan cara yang paling wajar, baik dalam hal makna maupun gaya bahasa. Definisi ini menunjukkan bahwa penerjemahan bukanlah kegiatan mekanis, tetapi seni dan ilmu yang memerlukan sensitivitas linguistik sekaligus kultural.
Dari perspektif dunia arab, Muhammad Ali al-Khouli dalam karyanya Tarjamah: Usus wa Manahij (1993) menegaskan bahwa tarjamah adalah keterampilan bahasa yang menuntut penguasaan penuh terhadap dua bahasa sekaligus. Ia menekankan pentingnya pemahaman struktur gramatika, kosakata, serta konteks budaya bahasa sumber dan bahasa sasaran. tanpa pemahaman yang mendalam terhadap keduanya, hasil tarjamah akan cenderung kehilangan makna atau bahkan menimbulkan salah tafsir. Pandangan ini masih sangat relavan di era globalsasi, ketika teks arab yang beredar bukan hanya teks agama klasik, melainkan juga wacana politik, ekonomi, hingga teknologi kontemporer. (https://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=pZqREQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA2&dq=tarjamah+bahasa+arab&ots=8j2qXFjOQQ&sig=hrcEzMPsXb4fmnrA8ld5UeR6q_A)
Hakikat Penerjemahan
penerjemahan merupakan hakikat kentalan dikotomi atau kentalan dwibelah yakni, proses dan hasil atau analisis dan sintesis. Penerjemahan sebagai proses kegiatan manusia dibidang bahasa disebut analisis yang hasilnya merupakan teks terjemahan disebut sintesis. Analisis dan sintesis tak terpisahkan satu sama lain, karena kehadiran sintesis dalam proses penerjemahan dipicu oleh adanya analisis.
dalam mempersiapkan teks bahasa sumber pada analisis untuk disampaikan ke sintesis, penerjemah akan terbentur pada kesulitan bahasa disebabkan oelh adanya perbedaan perbedaan sarana leksikal, gramatikal, dan stilistik kedua bahasa. tetapi hal itu tidak perlu dikhawatirkan, karena teks bahasa pada bahaa sumber yang tidak bisa disampaikan dengan menggunakan sarana gramatikal kedalam teks bahasa sasaran, bisa di sampaikan dengan bantuan sarana leksikal. (http://jurnal-stainurulfalahairmolek.ac.id/index.php/ojs/article/view/53)
Adapun hakikat menerjemah itu ada 3 yakni :
1. terjemah
2. teori vs praktik
3. berfikir
Komentar
Posting Komentar