Teks

 1. Teks, Koteks, dan Konteks

        Bahasa merupakan bentuk komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa juga dapat diungkapkan secara langsung maupun tidak langsung sebagai unsur penghubung dalam menjalin interaksi antarsesama manusia. Satuan bahasa tertinggi atau terlengkap adalam wacana. Wacana merupakan sususan dari kalimat yang membentuk ikatan makna sehingga keselarasan menghasikan bahasa berkesinambungan. Hal yang ini menunjukkan bahwa kajian secara struktural wacana adalah aspek kajian yang sangat luas, dan mendalam sehingga kebahasaan yang lebih besar dari pada kalimat dan klausa yang mempunyai hubungan antara unit kebahasaan yang satu dengan yang lain. 

        Teks merupakan suatu kesatuan bahasa yang memiliki isi dan bentuk. Teks tidak hanya berbetuk deretan kalimat-kalimat secara tertulis, bisa juga berupa ujaran-ujaran lisan adapun ungkapan teks dalam hal ini tidak hanya dipandang dari sisi tata bahasa yang sifatnya tertulis atau unsur-unsur kebahasan dituliskan.

        Selanjutnya Konteks mencangkup semua aspek yang terlibat dengan suatu teks makna sebuah kalimat baru yang dapat dikatakan benar bila mengetahui siapa pembicaranya, siapa pendengarnya, bagaiana pengucapannya.

        Kemudian Koteks diartikan sebagai kalimat yang memiliki unsur unsur yang mendahului atau mngikuti unsur dalam wacana. Koteks adalah teks yang mendampingi teks lain sehingga memiliki ketertarikan dan kesejajaran dengan teks lain yang didampinginya, teks yang didampingi itu bisa berada di depan atau dibelakang teks. Oleh sebab itu teks, konteks, koteks dalam wacana biasanya ditemukan dalam artikel, salah satunya surat kabar.

    a. Teks 

        Teks memiliki kesatuan dan kepaduan antara isi yang ingin disampaikan dengan bentuk ujaran, dan situasi kondisi yang ada. Tidak hanyan dipandang dalam tata bahasa teks memiliki sifat tertulis yang didalamnya berupa kalimat, kata dan tulisan ataupun ujaran lainnya. Dengan kata lain bahwa teks bisa berupa bahasa, ujaran yang didalamnya terdiri atas satu kesatuan isi, bentuk, situasi, kondisi penguna yang dihasilkan dalam interaksi manusia.

        Arifin, dkk (2015) menyatakan teks dianggap sebagai hasil karna teks menjadi keluaran yang dapat direkam dan dipelajari, memiliki susunan tertentu dan dapat dijabarkan ke dalam istilah yang bersistem (h. 95). Senada dengan Arifin, Rahmawati (2018) berpendapat bahwa teks adalah bentuk sistematis dan bahasa tidak dapat terpisahkan yang mempunyai peran signifikan dalam pembentukan wacana. Teks merupakan seperangkat unit bahasa baik lisan maupun tulisan dengan ukuran tertentu, makna tertentu serta tujuan tertentu.

        Pendapat selanjutnya dikemukakan oleh Eriyanto (2001) menyatakan bahwa teks adalah bahasa tulisan dari semua bentuk bahasa bukan hanya kata-kata yang tercetak di selembar kertas tetapi juga semua jenis ekspresi komunikasi, ucapan, music, gambar, efek suara, citra dan sebagainya (Goziyah, 2019, h. 1).

        Dari beberapa pendapat para ahli mengenai analisis teks di atas, maka dapat disimpulkan bahwa teks merupakan ragam bahasa yang diartikan melalui lisan maupun tulisan sebagai proses dikarnakan teks sebagai suatu proses pemilihan makna yang berlangsung terus-menerus dari awal sampai akhir wacana sampai terjadinya satuan makna yang utuh dan selesai dengan memerhatikan system kebahasaan.

    b. Konteks 

        Zulfahnur (2011) menyatakan bahwa koteks memiliki fungsi yang diacu oleh teks dengan bagian dari gambaran atau realitas yang ada dan diacu dalam anagn-angan munculnya teks dan konteks pasti selalu bersamaan (Fatimah dan Nafilah, 2014, h. 45). Sejalan dengan pendapat sebelumnya Disa dan Karim (2018) mengemukakan bahwa koteks dapat diartikan sesuatu yang berbeda diluar teks, yang mempengaruhi proses terjadinya teks sehingga memperjelas makna teks itu sendiri yang memiliki makna dan tujuan melatari tuturan seseorang kepada orang lain (vol 3, no.4).

        Dari beberapa pendapat para ahli mengenai analisis konteks bahwa yang berkaitan dengan partisipan (penutur) juga sangat berperan dalam memahami makna dan informasi tuturan. Sehingga konteks harus memahami konteks wacana itu secara lengkap dan utuh. 

     c. Koteks 

         Kridalaksana menyatakan bahwa (2011) mengartikan koteks sebagai kalimat atau unsur usnur yang mendahului dan mengikuti unsur lain dalam wacana. Koteks dapat berupa teks yang mendampingi teks lain dan mempnyai ketertarikan dengan teks yang didampinginya. Bisa berada di depan kalimat atau di belakang kalimat (Rahzanie, 2015). Sejalan dengan pendapat selanjutnya menurut Goziyah (2020) koteks merupakan kalimat yang mendahului kalimat selanjutnya yang beriringan. Keberadaan koteks dalam wacana menunjukan bahwa suatu teks memiliki ikatan dengan teks lainnya sehingga membuat suatu wacana menjadi utuh dan lengkap (vol. 8. No. 2). Dari beberapa pendapat para ahli mengenai analisis koteks yaitu konsep teks dan koteks merupakan aspek dari proses yang sama. Dengan kata lain ketika ada teks dan ada teks lainnya yang mengiringi dan menyertai teks tersebut disebut koteks.

NB:Referensi_https://jurnal.umj.ac.id/index.php/SAMASTA/article/view/160%20%E2%80%93%20169

2. Jenis teks dalam Bahasa Indonesia

    a. Teks Laporan 

        Teks laporan adalah jenis teks yang bertujuan mengelompokkan jenis dan menggambarkan fenomena (Mahsun, 2014: 19). Jenis teks laporan ditemukan ada 2 dalam buku siswa ini yaitu, pada teks berjudul “Sistem Peredaran Darah Manusia” dan “Karbon”. Dua teks tersebut termasuk teks laporan karena memiliki struktur teks berupa, klasifikasi uraian bagian.

    b. Teks Laporan Informatif 

        Dalam buku ini ditemukan 2 teks laporan informatif yaitu, teks berjudul “Harimau” dan “Komodo”. Menurut Mahsun (2014: 19) bahwa, teks laporan informatif merupakan jenis teks yang bertujuan memberikan informasi umum tentang berbagai kelas benda, seperti singa, batu, pohon, dan lain-lain. Dua teks tersebut termasuk teks laporan informatif karena berstruktur judul: ‘pengenalan’ deskripsi khusus, dan berisi irformasi umum tentang hewan (Harimau dan Komodo). 

    c. Teks Puisi 

        Ditemukan 4 jenis teks puisi dalam buku siswa ini yaitu, pada teks berjudul “Burung-Burung Enggan Bernyanyi Lagi”, “Aku”, “Seonggok Jagung”, dan “Itu Sampah atau Apa?”. Menurut Sabur (2014) puisi merupakan karya sastra yang tidak terikat oleh aturan, bentuknya bebas, baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. Empat jenis teks tersebut digolongkan dalam jenis teks puisi karena tidak terikat aturan atau bebas, hanya menekankan diksi, dan penuh dengan gaya bahasa. 

    d. Teks Pantun 

        Dalam buku siswa Bahasa Indonesia ini ditemukan jenis teks pantun berjumlah 1 teks yaitu, pada Pelajaran 1 halaman 33. Teks pantun memiliki struktur yaitu, sampiran-isi (Mahsun, 2014: 19). Ciriciri lain dari pantun yaitu, terdiri atas empat baris dalam satu bait, setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak a-ba-b, dan terikat dengan aturan (Sabur, 2014). Teks pantun bertujuan untuk memberikan nasihat atau kritikan dalam kehidupan sosial. 

    e. Teks Perintah/Instruksi 

        Ditemukan 1 jenis teks perintah berjudul “Teknik Membaca Puisi di Atas Pentas” pada halaman 61. Teks ini memiliki struktur berupa deskripsi langkah langkah karena secara keseluruhan teks “Teknik Membaca Puisi di Atas Pentas” berisi instruksi atau perintah yang harus dilakukan oleh seseorang, yang ditandai dengan penggunaan partikel lah pada kata pertama di setiap kalimat. 

    f. Teks Panduan 

        Dalam buku siswa ini ditemukan jenis teks panduan berjumlah 4 teks, diantaranya berjudul, “Cara Menggunakan Kartu ATM”, “Tata Cara Pemilihan Ketua RT dan Wakil Ketua RT”, “Negosiasi dan Cara Melakukannya”, dan “Langkah Pelestarian Binatang Langka”. Teks panduan termasuk dalam subgenre teks prosedur. Teks prosedur yaitu, jenis teks yang berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Rohmah, 2014). Menurut Mahsun (2014: 21) struktur teks panduan yaitu tujuan, deskripsi langkah-langkah. Keempat teks tersebut digolongkan ke dalam jenis teks panduan karena memiliki struktur berupa, tujuan, deskripsi langkah-langkah.

    g. Teks Eksposisi 

        Jenis teks eksposisi dalam buku siswa ini berjumlah 4 teks, diantaranya berjudul “Manfaat Jamu Tradisional”, “Integrasi ASEAN dalam Plurilingualisme”, “Untung Rugi Perdagangan Bebas”, dan “Pemimpin Sosial dan Politik tidak harus Mempunyai Pendidikan Formal yang Tinggi”. Teks eksposisi merupakan jenis teks yang berfungsi untuk mengungkapkan gagasan atau mengusulkan sesuatu berdasarkan argumentasi yang kuat (Kemendikbud, 2013: 193). Keempat jenis teks tersebut dinyatakan jenis teks eksposisi karena memiliki struktur, tesis/ pernyataan pendapat-argumen-penegasan ulang pendapat.

    h. Teks Anekdot 

        Teks anekdot merupakan jenis teks yang memiliki tujuan sosial menceritakan berbagai reaksi emosional dalam sebuah cerita (Mahsun, 2014: 18). Sejalan pula dengan pendapat Rohmah (2014) bahwa teks anekdot yaitu, jenis teks yang berisi peristiwa-peristiwa lucu, konyol, atau menjengkelkan sebagai akibat dari krisis yang ditanggapi dengan reaksi. Struktur teks anekdot adalah abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Tiga jenis teks anekdot dalam buku ini diantaranya berjudul, “Anekdot Hukum Peradilan”, “Politisi Blusukan Banjir”, dan “Puntung Rokok”. Ketiga teks tersebut termasuk teks anekdot karena memiliki struktur yaitu, abstraksi-orientasi-krisis-reaksikoda.

    i. Teks Negosiasi 

        Teks negosiasi yaitu teks yang mengandung unsur negosiasi (Rohmah, 2014). Teks negosiasi ditandai adanya dialog antara dua orang atau lebih. Ditemukan teks negosiasi dalam buku siswa ini berjumlah 2 teks yang berjudul “Negosiasi antara Karyawan dan Pengusaha” dan “Kesalahpahaman”. Dua teks tersebut termasuk jenis teks negosiasi karena berstruktur, pembukaanisi-penutup.

NB: Referensi_https://journals.ums.ac.id/index.php/KLS/article/view/4945

3. Jenis Teks dalam Bahasa Arab

    a. Teks Bahasa Arab/ Nash-ul-Araby

    Teks merupakan sebuah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang yang ditujukan kepada pembaca melalui sebuah media seperti kertas, buku, bacaan, majalah, dan lain sebaginya. Maka teks bahasa arab merupakan sebuah naskah berbahasa arab berupa kata-kata asli dari pengarang yang ditujukan kepada pembaca melalui sebuah media seperti kertas, buku, bacaan, majalah, dan lain sebagainya.

    b. Macam-macam teks bahasa arab

        1. Nash washfi/ teks deskripsi

            Deskripsi adalah jenis tulisan yang menggambarkan atau menjelaskan tentang suatu hal, objek atau keadaan tertentu. deskripsi juga bisa diartikan sebagai kaidah pengolahan data menjadi sesuatu yang bisa di utaarakan dengan jelas dan tepat agar mudah untuk dipahami oelh orang lain. teks deskripsi adalah teks yang dimana ide utamanya merupakan penyampaian dengan menggambarkan objek, tempat dan peristiwa tertentu dengan snagat rinci. Dengan begitu, pembaca bisa seolah-olah merasakan baik secara pisik maupun emosi secara langsung dengan apa yang dijelaskan di dalam teks.

        2. Nash Sardi/ teks naratif

            Teks naratif adalah karangan cerita yang menyajikan urutan peristiwa sesuai urutan waktu. peristiwa atau kejadian bisa benar-benar terjadi atau hanya hayalan. Umumnya kalimat dalam teks narasi bertujuan untuk menghibur pembaca. Teks narasi memberikan pengetahuan pembaca mengenai sebuah cerita baikpiksi (karangan) atau non fiksi. Tujuan teks narasi selain menghibur yaitu memberi pengalaman estetis pada pembaca, menambah pengetahuan, infrmasi, dan wawasan pada pembaca.

            Contoh teks naratif adalah cerpen, novel, dan cerita inspirasi tentang perjuangan hidup seseorang. cerita inspirasi ini banyak dibukukan dan dibaca orang karna memiliki pengaruh pisitif untuk diikuti oleh pembaca. jenis teks narasi dalam cerpen atau novel fiksi bisa bermacam-macam, seperti fabel (cerita hewan), mitos, legenda, cerita rakyat (folkore), dongeng, cerita romantis, horor, cerita sehari hari, sains fiksi. teks narasi dalam bahasa inggris disebut Narrative text. dalam bahasa inggris narrative text termasuk dalam keahlian membaca (reading skill). 

        3. Nash Taaddadi/ teks rekon

       Teks selalu berkesinambung erat dengan manusia. melalui teks manusia dapat saling berkomunikasi dan berhubungan. melaui teks seseorang dapat menulis dan meceritakan suatu kejadian berdasarkan kenyataan yang ada dan berdasarkan waktu terjadinyaa kejaidan tersebut.

          untuk menyakinkan pembaca penulis harus memiliki alasan dan fakta fakta terkait dengan tujuan si penulis, alasan dan fakta fakta tersebutbertujuan untuk memperkuat pendapatnya mengenai suatu fenomena yang ada. slah satu contoh teks memiliki tujuan berbahasa (genre) yang digunakan untuk menceritakan suatu kejadian yang sudah terjadi berdasarkan fakta yaitu teks rekon (reccount), adapun lokasi soaialnya yaitu berupa jurnal, buku harian, artikel koran, berita, sejarah, surat, blog dan garis waktu (timeline).

        4. Nash Taqriri/ teks laporan

            report teks juga sering disebut sebagai teks klasifikasi. karena dalam teks ini benda-enda diklasifikasikan menurut kriteria tertentu. teks ini hampir sama dengan teks deskriptif tetapi berbeda gaya. jika teks deskriptif membahas topik tertentu, teks laporan membahsa fenomena yang lebih luas atau topik umum. teks laporan hasil observasi banyak digunakan dalam buku-buku teks, ensiklopedi, majalah sains, teks-teks sejarah, buku-buku bacaan mengenai fakta-fakta, buku-buku referensi atau sumber.

        5. Nash irsyadi/ teks prosedur

            teks prosedur adalah teks yang menjelaskan langkah langkah atau tahapan sesuatu secara sistematis sehingga mencaapai tujuan yang diininginkan. teks prosedur adalah teks yang bertujuan untuk memberikan pengarahan atau pengajaran tentang langkah-langkah sesuatu yang telah ditentukan. teks prosedur berisikan suatu pengamatan ataupun percobaan, menjelaskan bahwa teks prosedur memiliki struktur berpikir: judul, tujuan, daftar bahan, urutan tahapan pelaksanaan, epngamatan dan simpulan.

        6. Nash Qishoshi/ teks narasi

            teks narasi adalah jenis pengembahangan paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejaidan secara detail. teks ini biasanya didasarkan pada peristiwa yang terjadi didunia nyata atau berupa imajinasi semata. contoh teks narasi ini adalah dongen, fabel, cerpen, dan teks drama.

        7. Nash hijaji/ teks eksposisi

            teks eksposisi adalah teks yangberisi evaluasi kritis terhadap sebuah gagasan dengan disertai argumen yang menguatkan. informasi yan kita baca di surat kabar, majalaah atau artikel dimedia cetak atau media elektronik juga termasuk dalam tks eksposisi.

        8. Nash Ma'lumati/ teks eksplanasi

            teks ini merupakan teks yang menjelaskan suatu peristiwa, baik itu berupa peristiwa alam, peristiwa sosial dan budaya, ataupun peristiwa pribadi. teks eksplanasi afdalah teks atau paragraf yang berisi tentang "alasan" dan "metode" proses terjadinya suatu peristiwa. peristiwa tersebut dapat berupa alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan fenomena lain yang dapatterjadi. selalu ada hubungan sebab akibat dan proses dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi disekitar kita baik alam maupun sosial.

NB: Referensi_https://www.scribd.com/document/634898499/Ragam-Teks-Bhs-Arab









     



Komentar

Postingan populer dari blog ini

fungsi menu review pada microsoft word

fungsi menu mailings

Fungsi menu layout dan references