AI dan Mesin Penerjemahan
Dalam konteks pembelajaran bahasa, kecerdasan buatan (AI) berperanan menambah baik dan mentransformasi kaedah pembelajaran tradisional menjadi kaedah pembelajaran yang interaktif. Dunia pendidikan mampu berikan pengetahuan kepada pelajar dengan memanfaatkan teknologi moden seperti kecerdasan buatan (AI). Namun, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ini tidak bertujuan menggantikan peranan pendidik atau guru kerana kepentingan pendidik untuk membangunkan keterampilan, pengetahuan dan akhlak, menjadi kunci kepada matlamat pendidikan.
Kemampuan kecerdasan buatan (AI) bukan sahaja boleh membentuk ayat dalam bahasa Arab tetapi juga mampu menterjemahkan teks bahasa Arab ke dalam pelbagai bahasa yang lain. Kecerdasan buatan (AI) dalam terjemahan seperti Google Translate, Microsoft Translator dan Deeply mampu menterjemahkan teks bahasa Arab ke dalam bahasa yang dikehendaki oleh pelajar.
Namun begitu, kualiti terjemahan yang terhasil adalah mengikut kepada teks yang diberikan. Terjemahan dilakukan mengikut teks asal dan mengenepikan aspek terjemahan secara konteks. Namun, aplikasi ini mengutamakan bahasa yang berpusat di Eropah seperti Inggeris dan Perancis. Walaupun ada sokongan terhadap bahasa Arab, namun ia kurang menjadi fokus utama berbanding dengan bahasa Eropah yang lain.
Antara kesukaran pelajar bahasa Arab untuk menguasai bahasa ini adalah kerana ia mempunyai baris atau Tashkil. Kebanyakan pelajar tidak mampu meletakkan baris dengan betul menjadikan mereka menganggap bahasa Arab adalah bahasa yang sukar. Dengan adanya kecerdasan buatan (AI), para pelajar serta guru boleh meletakkan baris secara terus menjadikan tugasan atau bahan bacaan mereka dapat dibaca dengan baris.
Kecerdasan pembuatan (AI) seperti Tashkeel dan mishkal mampu menambah baris pada teks bahasa arab yang diberikan. Walaupun terdapat beberapa kesalahan dalam baris yang diletakkan, namun tahap kesempatan berada pada tahap yang memuaskan.
REFERENSI_ https://ejournal.unipsas.edu.my/index.php/haady/article/view/387
Penerjemahan berbasis kecerdasan buatan yang berupa ChatGPT mampu menghasilkan respons yang mirip dengan respons manusia. ChatGPT memiliki keunggulan yang dapat mempermudah banyak orang dalam mengerjakan penerjemahan bahasa sasaran kedalam bahasa sumber secara cepat dan efisien. Dan dengan ChatGPT juga mempermudah kita dalam mengenali kata-kata sinonim serta penggunaaan kata yang baik sesuai tata bahasa yang sudah ditentukan. Akan tetapi, keakuratan dalam hasil penerjemahan masih perlu diperiksa kembali. Karena sistem tersebut tidak mampu memahami konteks bahasa sasaran maupun bahasa tujuan dan pastinya terdapat keraguan dari berbagai pihak maupun kekeliruan di dalamnya, seperti terdapat kesalahan dalam satuan kebahasaan.
Pada hakikatnya, penerjemahan itu menghasilkan sebuah karya yang mampu menyampaikan makna tertulis maupun terucap. Dengan adanya sebuah metode maupun teknik dalam penerjemahan teks bahasa Arab menggunakan alat bantu kecerdasan buatan (AI) yang berupa ChatGPT dapat mempermudah manusia dalam menerjemahankan bahasa Arab kedalam bahasa Indonesia ataupun kedalam bahasa sasarannya. Zaman sekarang merupakan era yang dimana manusia dan mesin robot dapat berkolaborasi dengan baik guna meningkatkan kualitas dan efektivitas maupun umpan balik yang efisien. Dalam pemanfaatan AI ini, manusia perlu menganalisa kembali hasil yang sudah didapatkan dari penggunaan ChatGPT.
Penerjemahan teks Bahasa Arab saat ini banyak sekali ditemukan dalam instansi pendidikan, baik dari jenjang dasar sampai jenjang Universitas, dan baik instansi pendidikan formal, maupun instansi penyelenggara les bahasa yang hanya mempelajari bahasa didalamnya. Melihat prospek kerja yang lumayan besar saat ini dalam lingkup Bahasa Arab, membuat banyak orang tertarik untuk mempelajari bahasa ini, kemudian menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah yang terdapat penerjemahan teks Bahasa Arab didalamnya. Selain itu, hal yang paling mendasar ialah, khususnya bagi umat muslim, Bahasa Arab amat digunakan dalam beribadah, seperti ketika sholat, membaca Al Qur’an, membaca do’a, dan lain sebagainya, untuk itu secara sadar atau tidak bagi umat muslim kita selalu mempelajari Bahasa Arab.
Akan tetapi beberapa hal dapat dikatakan sebagai “kendala” khususnya dalam penerjemahan teks Bahasa Arab. Menanggapi beberapa permasalahan diatas kita ketahui seiring perkembangannya zaman, media yang digunakan dalam penerjemahan teks Bahasa Arab pun semakin beragam dan memudahkan manusia untuk mempelajari bahasa dengan baik,. Hal yang saat ini sedang trending digunakan khususnya dalam penerjemahan bahasa adalah AI (Artificial Intelligence). Banyak hal yang bisa dilakukan menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) ini, khususnya dalam penerjemahan Bahasa Arab, dimana kita dapat mencari materi disana, sampai melakukan penerjemahan juga dapat dilakukan. Adapun hasil penerjemahan yang didapat juga lumayan bagus dan mudah dimengerti, kemudian jika digunakan sebagai platform untuk mencari materi, hasil yang disajikan juga sangat baik dan terperinci, sehingga sangat efektif digunakan dalam penerjemahan khususnya Bahasa Arab.
Pengukur keakuratan dalam penerjemahan itu ada 3
1. Terjemahan kata demi kata
Penerjemahan jenis ini dianggap sebagai penerjemahan yang paling dekat dengan bahasa sumber. dalam penerjemahan jenis ini urutan kata dalam teks bahasa sumber tetap dipertahankan, kata-kata diterjemahkan menurut makna dasarnya di luar konteks. Kata-kata yang bermuatan budaya berguna untuk memahami mekanisme bahasa sumber atau untuk menafsirkan teks yang sulit sebagai proses awal penerjemahan.
2.Terjemahan harfiah
Dalam terjemahan harfiah konstruksi gramatikal bahasa sumber dikonversikan ke dalam padanannya dalam bahasa sasaran, sedangkan kata-kata diterjemahkan di luar konteks. Sama seperti terjemahan kata demi kata, terjemahan harfiah sebagai proses penerjemahan awal dapat membantu melihat masalah yang perlu diatasi.
3.Terjemahan setia
Terjemahan setia mencoba menghasilkan kembali makna kontekstual walaupun masih terikat oleh struktur gramatikal bahasa sumber. Katakata yang bermuatan budaya diterjemahkan tetapi menyimpang dari struktur gramatikal bahasa sasaran. Terjemahan ini berpegang teguh pada tujuan dan maksud bahasa sumber, sehingga terlihat sebagai terjemahan yang kaku. Terjemahan jenis ini bermanfaat sebagai proses awal tahap pengalihan.
4.Terjemahan semantik
Terjemahan semantik berbeda dengan terjemahan setia karena harus lebih memperhitungkan unsur estetika (antara lain kehidupan bunyi) teks bahasa sumber dengan mengkompromikan makna selama masih dalam tahap kewajaran.
5.Terjemahan adaptasi
Terjemahan adaptasi adalah bentuk terjemahan yang paling bebas dan paling dekat ke bahasa sasaran. terjemahan jenis ini terutama untuk drama dan puisi. Tema, karakter dan alurnya biasanya tetap dipertahankan. Kebudayaan bahasa sumber dikonversikan ke dalam kebudayaan bahasa sasaran dan teksnya ditulis kembali.
6.Terjemahan bebas
Terjemahan bebas adalah penulisan kembali tanpa melihat bentuk aslinya. Biasanya merupakan parafrase yang dapat lebih pendek atau lebih panjang dari aslinya
7.Terjemahan idiomatik
Dalam terjemahan jenis ini pesan bahasa sumber disampaikan kembali tetapi ada penyimpangan, nuansa makna karena mengutamakan kosakata sehari-hari dan idiom yang tidak ada di dalam bahasa sumber tetapi bisa dipakai dalam bahasa sasaran.
8.Terjemahan komunikatif
Terjemahan ini berusaha menyampaikan makna kontekstual dari bahasa sumber sedemikian rupa sehingga isi dan bahasanya dapat diterima dan dipahami oleh dunia pembaca bahasa sasaran. Ini biasanya dianggap terjemahan yang ideal. Dari beberapa pendapat tersebut dapat dipahami bahwa penerjemahan merupakan penyalinan dan memproduksi kembali makna, pesan, gagasan, pikiran, yang seirama atau sepadan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran, baik lisan maupun tulisan.
Perkembangan yang semakin maju membuat manusia menciptakan berbagai teknologi canggih untuk membantu pekerjaan. Salah satunya adalah chat GPT yang merupakan hasil dari sistem AI (artificial intelegence). Berdasarkan hasil dan pembahasan maka disimpulkan bahwa Dari 25 data, 20 data atau 80% yang merupakan terjemahan akurat, 6 data atau 20% merupakan terjemahan yang kurang akurat. Dengan demikian tingkat keakuratan terjemah menggunakan Chat GPT dapat dikatakan akurat hingga mencapai 80%. Penelitian ini terbatas pada satu sastra puisi berbahasa Arab dengan Judul Anaa karya Nazik Al Malaikah. puisi berbahasa Arab yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Peneliti merekomendasikan kepada peneliti-peneliti selanjutnya untuk juga menelaah karya sastra Bahasa Arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Atau juga dengan bahasa selain Arab dan Indonesia, seperti Mandari, Jepang, Korea dan sebagainya.
AI (Artificial Intelligence) merupakan kecerdasan buatan yang diciptakan guna mempermudah manusia dalam mengerjakan pekerjaan mereka, dimana AI (Artificial Intelligence) ini di program untuk dapat menjalankan perintan sebagaimana manusia menjalankan perintah dengan baik, adapun AI (Artificial Intelligence) memiliki banyak manfaat khususnya dalam bidang bahasa, dimana salah satunya digunakan dalam penerjemahan teks Bahasa Arab. AI (Artificial Intelligence) banyak sekali digunakan khususnya dalam penerjemahan teks Bahasa Arab, tools yang kerap digunakan adalah AI ChatGPT yang dimana memiliki fitur yang sangat mendukung penerjemahan teks Bahasa Arab, fitur tersebut sangat memudahkan khususnya bagi para pelajar Bahasa Arab, hasil yang diberikan dari tools itu pun dapat dikatakan sangat baik, sehingga penerjemahan teks menggunakan media AI (Artificial Intelligence) sudah banyak sekali ditemukan dan dapat dikatakan memiliki pengaruh besar, sehingga memiliki prospek ke depan bahwasanya penerjemahan teks Bahasa Arab akan semakin mudah seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman.
REFERENSI_http://jurnal.usahidsolo.ac.id/index.php/SENRIABDI/article/view/1597
Komentar
Posting Komentar